Kambitin, 21 Mei 2026
Turunkan angka stunting jadi kerja bersama semua pihak. Komitmen itu ditegaskan lewat kegiatan Rembuk Stunting Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong yang digelar di Perpustakaan Ceria Desa Kambitin.
Rembuk Stunting ini jadi forum musyawarah antara Pemerintah Desa, Bidan Desa, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Puskesmas Hikun, dan Tokoh Masyarakat. Tujuannya satu: menyamakan visi pencegahan dan penanganan stunting di Desa Kambitin.
Dalam forum ini, Bidan Desa Kambitin bersama petugas gizi Puskesmas Hikun memaparkan penyebab utama stunting: kurangnya asupan gizi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan, sanitasi buruk, dan kurangnya pengetahuan orang tua soal MPASI.
Diskusi berlangsung dinamis. Para ibu dan tokoh masyarakat banyak memberi masukan dan usulan yaitu sebagai berikut:
Layanan BPJS untuk anak-anak yang berstatus stunting
Pembuatan Kartu Keluarga berjumlah 3 (tiga) KK
Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) di Posyandu
Penambahan jumlah PMT Balita berjumlah 128 porsi
Penambahan PMT khusus stunting berjumlah 22 anak
Pembebasan tagihan tunggakan BPJS 1 anak oleh Pemerintah Desa Kambitin
Mengadakan kelas parenting (orang tua balita), kelas ibu hamil dan kelas balita
Pengadaan alat ukuran timbangan badan untuk balita untuk Posyandu Cempaka 3
Pengecekan dan instalansi listrik untuk Posyandu Cempaka 2
Pendampingan oleh Pemdes terkait anak stunting sampai ke puskesmas
Refreshing kader kesehatan (kader KPM & kader posyandu) yang berhubungan dengan stunting.
Dengan disepakatinya usulan dalam Rembuk Stunting ini, Desa Kambitin optimis 3 tahun ke depan prevalansi stunting bisa turun signifikan. Kuncinya: cegah dari hamil, tangani cepat kalau sudah terlanjur, dan semua harus terlibat.